Kami saat di bis menuju embarkasi (nangis) Alhamdulillah di Bulan Haji tahun 2016 saya dan suami berkesempatan mengunjungi Baitullah ...

Haji dan Umroh Kami di 2016

By 18.09 , , , , , , , , , , , ,

Kami saat di bis menuju embarkasi (nangis)

Alhamdulillah di Bulan Haji tahun 2016 saya dan suami berkesempatan mengunjungi Baitullah untuk melaksanakan Haji dan Umroh bersama. Memiliki kesempatan berhaji bersama suami adalah sebuah mimpi yang kemudian menjadi kenyataan atas ridho Alloh. Tahun 2010 saya dan orang tua mendaftar haji. Namun kami tidak berangkat di tahun yang sama, dimana justru menjadi berkah karena akhirnya saya bisa didampingi oleh suami.

Saya menikah tahun 2011, di tahun 2013 suami baru menabung dan mendapat porsi haji. Cerita suami mendapatkan porsi haji ada disini yah. Waktu itu rasanya tidak mungkin bisa berangkat bersama. Tapi Gusti Alloh berkehendak lain, ternyata Alloh mengizinkan kami berhaji bebarengan di tahun 2016.

Tahun 2015 orang tua saya berangkat haji terlebih dahulu karena mendampingi kakek dan nenek. Dari situlah kami mendapat informasi bahwa suami dapat mendampingi istri berangkat haji (sebagai mahrom) asalkan sudah mendapat porsi haji setidaknya 3 tahun sebelumnya. Dan kabar baiknya pengurusan penggabungan dan pendampingan ini GRATIS dari depag, alias tidak dipungut biaya sepeserpun. Bisa dibaca disini ulasannya.

Sekitar bulan april 2016 kami sudah mulai aktif bertanya langsung ke depag tentang informasi ini. Ada beberapa berkas yang harus kami lengkapi sebagai pengajuan, termasuk bukti pelunasan bpih saya agar bisa mengajukan berkas haji suami untuk mendampingi. Alhamdulillah pengajuan saya dan sekitar 115 ajuan lain untuk penggabungan suami - istri, orang tua - anak dan pendampingan lansia semua diterima karena sisa kuota dari pembatalan haji dll di Kabupaten Pasuruan ada sekitar 129 porsi.

Saat pengecekan berkas pengajuan di kemenag

Pengumuman dan pelunasan tahap 2  bagi calon jamaah penggabungan ini berlangsung sekitar akhir bulan Ramadhan. Dan manasik haji di Kabupaten dan Kecamatan mulai dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri hingga beberapa hari jelang keberangkatan. Saya dan suami selain mengikuti manasik di Kabupaten dan kecamatan juga mengikuti manasik di KBIH Al-Huda Canga'an - Bangil.

Ikut KBIH bagi kami adalah keharusan karena ini pertama kali kami Haji dan Umroh. Seperti pengalaman kami kemarin, kami sangat bersyukur ikut KBIH karena didampingi Yai Huda Cholili yang hampir tiap tahun berhaji dan cukup berpengalaman mendampingi Haji dan Umroh di Kabupaten Pasuruan. Yai Huda ini kebetulan ketua KBIH se-Kabupaten Pasuruan. Selama di sana beliau membimbing ibadah kami dengan baik, termasuk sebagai travel guide selama ziarah dan shopping.
Contoh tas passpor dan tas tenteng *diperagakan gendhuk

Selama jangka waktu manasik haji ini kami juga mengumpulkan barang bawaan  yang kami butuhkan selama di sana. Kami mendapatkannya dengan cukup mudah karena sekarang banyak toko-toko yang menyediakan perlengkapan haji dengan lengkap. Barang-barang yang kami bawa dimasukkan dalam 3 tempat berbeda yaitu tas passpor, tas tenteng yang dibawa masuk ke pesawat dan tas koper yang diletakkan di bagasi pesawat.


#Barang yang Kami Bawa Saat Berhaji


Berikut catatan barang bawaan kami, diantaranya ;

A. Tas Passpor
1. Bagian depan tas dikosongkan (untuk tempat passpor dan tiket saat di embarkasi nanti)
2. Bagian tengah tas di isi Smartphone, Buku Doa Haji (yang dapat dari depag), uang saku, tisyu basah dan kering ukuran kecil, masker mulut, bolpoint
3. Bagian belakang tas isi obat-obatan penting seperti antimo, asma soho, fresh care, asam mefenamat, obat maag, obat penunda haid (primolut-N) atau obat anti pendarahan (lutenyl)
4. Kemarin saat di embarkasi sukolilo kami mendapat botol yang cukup besar (botol ini digunakan untuk semprotan muka/ kepala sekaligus botol minum agar selama di sana tidak dehidrasi) sehingga kami memutuskan untuk mengganti selempang tas dengan ukuran lebih besar dan menambahkan tali untuk tempat botol tersebut. Di sukolilo kemarin banyak tukang ganti selempang bahkan bordir nama. Biayanya sekitar 60 sampai 75ribu.

B. Tas Tenteng
Dalam tas tenteng ini dimasukkan barang-barang yang bisa dikatakan cukup penting (jaga-jaga jika tas koper kita hilang dsb). Barang bawaan di tas tenteng ini maksimal 7kg. Beberapa contoh barang wajib bawa diantaranya ;
1. Satu stel Baju ikhrom
Untuk pria berupa 2 kain putih tak berjahit, sabuk engkong (yang biasa dipakai babeh betawi) atau sabuk yang ada kantongnya (biasa dipakai tukang kredit)
Untuk perempuan jubah putih lengan panjang yang tidak transparan, jilbab dibawah dada, iket rambut, sarung tangan (bukan kaos tangan yah, karena telapak tangan harus tetap kelihatan), legging, kaos kaki yang tidak transparan dan agak panjang agar bagian bawah legging bisa dimasukkan dalam kaos kaki
2. Peralatan mandi seperti handuk, sabun, shampo, pasta dan sikat gigi, termasuk pelembab wajah, cream 21 (sebagai lotion, cream ini cukup ampuh mengatasi kulit kering dan pecah-pecah), lipbalm, cosmetic secukupnya (btw gak sempet dandan juga waktu banyak dipakai istirahat dan ibadah)
3. Baju dalam secukupnya seperti bra, celana dalam katun atau celana dalam kertas sekali pakai, kaos dalam berkantong (untuk tempat uang saku selama bepergian), pantyliner untuk harian, pembalut untuk jaga-jaga saat haid
4. Baju ganti, jilbab dan kaos kaki secukupnya yang digunakan selama menginap semalam di embarkasi
5. Mukena dan sajadah (sajadah penting banget yah biar gak kedinginan, apalagi kita solat berpindah-pindah tempat kadang ada karpet kadang tidak padahal ac dan fan nonstop)
6. Jaket buat jaga-jaga cuaca dingin atau tempat ber-ac
7. Charger smartphone, powerbank, T, kantong plastik sedang (untuk tempat pakaian yang sudah dipakai atau handuk dll)
8. Makanan ringan seperti cokelat, gabin, permen, biskuit dsb buat jaga-jaga saat perut masih lapar. Tapi insyaalloh makanan dan minuman selama berangkat sampai pulang sangat dijamin oleh pemerintah alias kita tidak sampai kelaparan. Kecuali beberapa hari yang memang tidak mendapat konsumsi yang telah diganti dengan living cost 1500 riyal saat di embarkasi)

C. Tas Koper
Dalam tas koper ini kita bisa memasukkan barang bawaan maksimal 32kg. Berikut contoh barang-barang yang kami bawa, diantaranya ;
1. Beras 5kg (karena ada sekitar 15 hari tidak mendapat jatah makan), lauk pauk kering (abon, kering tempe, kering kentang, sambal goreng teri, serundeng/ cenggereng, sambal terasi sachet, mie instan, rendang kering dsb), minuman sachet (kopi, teh, gula, cokelat, energen jagung 😄), camilan/ cokelat dsb untuk bekal saat pergi ke masjid subuh
2. Piring gelas plastik atau melamine sekaligus sendok, garpu, gunting (untuk tahalul), pisau untuk kupas buah, heater untuk memasak air
3. Set pakaian dan dalaman juga kaos kaki secukupnya (jangan terlalu banyak, biar gak sampai ninggal pakaian kalau pas bawaan oleh-oleh tetiba menggunung😁), mukena dan sajadah ganti, satu stel baju ihrom ganti
4. Sabun cuci sekitar 1kg (secukupnya untuk mencuci selama 1bulan), satu pak penjepit pakaian, hunger pakaian secukupnya, kantong plastik besar secukupnya untuk membawa baju kotor dan bersih saat ke tempat mencuci dan menjemur)
5. Obat-obatan yang sering digunakan misalnya minyak kayu putih, freshcare, obat batuk, obat maag, counterpain, asam mefenamat, amoxilin, paracetamol, vitamin yang aman buat lambung, obat alergi dan sesak nafas dst
6. Buku manasik haji dan umroh dari depag, alquran saku, tasbih dsb.

NB : sebaiknya di setiap gambar bendera merah putih baik di tas passpor, tenteng maupun koper ditulis nama pemilik dengan huruf besar sebagai penanda. Tanda tambahan adalah penulisan nomor rombongan dan kloter lengkap juga pita-pita, jaring tali-temali dari tampar dsb.

Manasik masal tahap 2 di kabupaten, stadion Raci

Selama manasik masal ditingkat kabupaten dan manasik di kecamatan usahakan duduk dibarisan paling depan agar mendapatkan informasi dengan seksama dari para pemateri yang tentunya sudah sangat berpengalaman dalam urusan haji dan umroh. Catat semua hal penting dan tanyakan hal-hal yang masih membingungkan berkaitan dengan manasik juga itenerary selama berangkat hingga pulang. Dan catatan perjalanan haji ini saya buat agar sobat bisa mendapatkan manfaat yang sama seperti yang saya dapatkan dengan membaca blog lain tentang haji dan umroh. It's relly help us.

Selain itu sobat bisa download aplikasi Haji Pintar dari kementrian agama di Play Store smartphone android. Aplikasi ini sangat membantu mengetahui informasi haji, mulai jadwal keberangkatan yaitu sejak masuk di sukolilo, jadwal pesawat keberangkatan dan kepulangan, informasi hotel di mekkah dan madinah (sesuai kloter), jadwal dan menu konsumsi selama berhaji dsb. Komplit ada di Haji Pintar yang diperbarui setiap tahun saat menjelang musim haji.

Saat manasik di kecamatan 

Selama manasik haji dan umroh biasanya kita mendapatkan konsumsi (tapi jangan terlalu banyak berharap juga yah). Namun jangan lupa sarapan sebelumnya karena menerima banyak materi seringkali membuat kita lapar. Kalau perlu bawa camilan dan dibagi-bagikan pada teman-teman yang mengantuk saat manasik😛.

Sekitar seminggu sebelum keberangkatan kami mengadakan syukuran alias walimatus safar. Kami bersyukur sekali karena meski tinggal di jogja dan berangkat di pasuruan, kami masih memiliki ibu dan bapak yang menampung kami. Yaa Alloh semoga Engkau ganti semua kebaikan orang tua dan saudara-saudara kami dengan yang lebih baik. 


#Hari-H Keberangkatan ke Sukolilo


Dan akhirnya kami berangkat di hari Jum'at 2 September 2016. Tas koper bergembok sudah kami serahkan ke KBIH sekitar seminggu sebelum keberangkatan. Di hari H keberangkatan kami mengenakan seragam nasional batik hijau tosca ungu, membawa tas passpor dan tas tenteng.

Jam 10.00 pagi kami sudah harus berangkat ke KBIH karena bertepatan dengan hari Jumat sehingga sebelum waktu Jumatan sudah harus sampai di KBIH Bangil mengingat jarak rumah ke Bangil bisa 1/2 sampai 1jam. Setelah jumatan kami mendapat arahan dari Yai Huda sebagai pemimpin rombongan 5 dan sekitar pukul 13.30 kami berangkat ke Stadion Kabupaten di Raci dan kloter kami SUB 61 diberangkatkan oleh Bupati Pasuruan Gus Irsyad sekitar pukul 14.00.

Berkumpul di salah satu aula asrama haji embarkasi, sukolilo

Kami sampai di embarkasi sukolilo sekitar pukul 17.00 dan dimasukkan dalam sebuah aula untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan buku kesehatan yang dilengkapi kertas petunjuk kamar selama di embarkasi. Setiap waktu solat kami berjamaah di masjid embarkasi karena biasanya akan ada pengarahan dari petugas haji. Kami juga mendapat jatah makan 3x yaitu malam, pagi dan siang hari. 
Tempat makan bersama di sukolilo
Seperangkat alat kesehatan dari kemenkes

Keesokan harinya selepas jamaah subuh kami mengikuti manasik haji yang dibimbing langsung oleh petugas dari sukolilo. Dan selepas duhur kami mulai berkemas untuk keberangkatan karena sekitar pukul 14.00 sudah kembali dikumpulkan untuk pembagian passpor, tiket pesawat, gelang identitas dan living cost. Dimana sebelumnya ada pengarahan dan waktu itu kami diberangkatkan langsung oleh wakil gubernur Jawa Timur Gus Ipul (yang merupakan kakak dari Gus Irsyad). Sekedar info sebaiknya jika ingin ke kamar kecil, maka inilah saatnya. Karena saat di bandara kemungkinan bisa ke toilet sangat kecil kecuali setelahkita berada di pesawat.

Passpor kami berdua 💝😄

#Naik Pesawat Menuju Jeddah

Sekitar pukul 17.00 kami sudah masuk bis untuk berangkat ke bandara. Senangnya jamaah haji itu adalah istimewa sejak keberangkatan dari KBIH sampai kepulangan nanti kami selalu dikawal polisi agar mendapat prioritas di jalanan utama. Dan banyak yang melambaikan tangan, ada yang sambil berdoa dan menangis.

Sesampainya di bandara sudah jelang maghrib dan kami niatkan jamak takhir dengan isya' karena pesawat kami berangkat pukul 19.00 waktu Indonesia akan sampai sekitar pukul 02.00 dini hari waktu Jeddah.

Bersama temna-teman satu rombongan dalam pesawat😁

Saat masuk ke pesawat pramugari akan mengarahkan ke tempat duduk kita seperti nomor yang tertera di tas passpor. Nomor tersebut tertempel di bangku pesawat. Tas tenteng akan diletakkan di atas tempat duduk kita dibantu oleh pramugari. Kemudian akan ada 2x snack dan makan besar yaitu setelah pesawat lepas landas dan sesaat sebelum mendarat. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan kerapihan wadah makanan kita yah. Banyak sekali dari jamaah yang kurang memperhatikan ini dan sepertinya ini murni masalah kesadaran pribadi masing-masing. Selama di pesawat terus berdzikir, istighfar dan membaca talbiyah.

Pilihan snack dan makanan di dalam pesawat Saudi Airlines


#Sampai di Bandara Jeddah


Setelah pesawat mendarat kita mengambil tas tenteng dan antri untuk keluar dari pesawat. Setelah keluar dari pesawat akan ada bis yang mengantar masuk ke bandara Jeddah agar tidak berjalan kaki. Setelah sampai maka kami masuk dalam ruang tunggu sebelum pemrosesan passpor. Waktu tersebut kami manfaatkan untuk buang air dan sholat. Sebaiknya tidak langsung ke kamar kecil karena akan sangat antri. Menunggu sejenak adalah hal yang tepat agar tidak terjebak antri di kamar kecil.

Antrian jamaah dari Bangladesh, sebelum kami..
Antrian disamping saya, salah satu rombongan di kloter yang sama

Sekitar jelang subuh kami keluar dari tempat tunggu dan memasuki ruang pemrosesan passpor bersama ratusan jamaah dari seluruh dunia di hari tersebut. Alhamdulillah tidak terlampau lama. Setelah mendapat stempel dan foto dari petugas maka kami segera mencari kopor masing-masing untuk dikelompokkan berdasarkan rombongan. Kemudian kami bersiap untuk berihrom yaitu mandi ihrom di tempat yang sudah disediakan oleh bandara Jeddah.

Dilanjutkan di postingan berikutnya sobat..😊

You Might Also Like

2 komentar

  1. Bahagia banget sudah ke Tanah Suci ya, Mak.
    :) Ditunggu lanjutannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mak afif.. Yuk kesana juga yuk

      Hapus