Mungkin tidak, suatu saat nanti kita memiliki Presiden yang berasal dari pedalaman Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara at...

Kapan Presiden Kita Berasal Dari Pedalaman Suatu Pulau

By 11.37 , , , , , ,

Mungkin tidak, suatu saat nanti kita memiliki Presiden yang berasal dari pedalaman Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara atau bahkan Papua? Jawabannya adalah 'sangat mungkin'.

Bagaimana bisa seorang yang berasal dari pedalaman suatu negeri-yang bahkan akses untuk mencapai daerah tersebut saja harus melewati hutan belantara yang syarat akan rintangan dan halangan, kemudian menjadi seorang pemimpin /leader? Tentu saja bisa! Selagi ada tekat untuk terus-menerus memperbaiki kualitas pendidikan negeri ini, maka nothing imposible.

salah satu potret pendidikan di pedalaman (sumber)
'Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan yang layak', dan hal ini tertera dalam Undang-undang. Baik diperkotaan, dipedesaan hingga pedalaman selama itu masih dalam kawasan Indonesia Raya, maka tanpa pandang SARA-sudah seharusnya setiap anak usia sekolah memperoleh pendidikan yang layak. Namun apa yang diucapkan seringkali tak seindah dengan apa yang telah nyata terjadi. Masih banyak anak-anak usia sekolah yang tidak mendapatkan pendidikan hanya karena sarana prasarana sekolah tak memadai.
Terlepas dari beragam masalah di pendidikan kita, maka sarana prasarana sesungguhnya adalah satu hal yang sangat memungkinkan untuk diusahakan keberadaannya.

Salah satu isu yang cukup santer dibahas adalah tentang penggunaan E-learning bagi pendidikan saat ini. Alasannya dengan menggunakan E-learning akan sangat banyak didapatkan manfaat baik itu dari guru maupun siswa. Selain lebih efisien, seharusnya E-learning ini merangsang para guru dan siswa untuk semakin kreatif dan up to date. Selain penggunaan E-learning sebagai perangkat penunjang di sekolah, E-learning ini menjadi salah satu perangkat utama pada home scholling. yang sedikit membedakan mungkin hanya pada tenaga pengajar, dimana jika di sekolah maka guru lah yang akan mengawal E-learning. Sedangkan jika di rumah tidak lain adalah orang tua sendiri.

ilustrasi e-learning (sumber)
E-learning sesugguhnya sudah banyak digunakan di sekolah-sekolah yang dalam kurikulum wajibnya tertera jam khusus untuk mempelajari penggunaan komputer maupun internet. Lantas bagaimana dengan sekolah-sekolah yang berada di desa hingga pedalaman? Nah, ini menjadi pe-er besar bagi seluruh warga Indonesia. tentu bukan hanya pemerintah yang harus andil dalam menyukseskan pendidikan di Indonesia. namun agar seluruh perogram pemerintah berlangsung maksimal, harus ada kepedulian masyarakat di masing-masing daerahnya. Karena kita tidak pernah tahu dari daerah manakah leader /pemimpin bangsa kita ke depan, sehingga sudah sepatutnya sejak kini turut andil menyukseskan pendidikan di lini yang kita mampu.

Kita pun kini sesungguhnya sangat beruntung dengan adanya akses internet di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Dengan adanya akses internet ini kita bisa mulai turut andil meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya jika kita yang cukup mengerti tentang penggunaan internet dan sedang tinggal dipedalaman turut membantu akses pendidikan di daerah tersebut melalui jaringan internet yang kita miliki.

Saya pribadi tak kunjung selesai membayangkan betapa akan sangat luar biasa negeri ini jika masing-masing pribadi peduli akan pendidikan di daerahnya. Sepertinya pun kini handphone, smartphone, laptop dan modem bukan suatu hal yang sulit didapatkan bahkan di beberapa pelosok daerah negeri benda-benda yang sesungguhnya mudah diperoleh. namun masih kurang maksimal dalam penggunaannya. Masyarakat yang memiliki akses internet pun kadang masih sangat jarang menggunakan akses yang mereka miliki untuk sarana pendidikan baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar. Ini adalah tentang kesadaran. Kesadaran bahwa sesungguhnya telah ada E-Learning yang sesungguhnya telah difasilitasi oleh pemerintah untuk membantu proses pengajaran antara guru dan siswa, tinggal manusianya saja.

Sesungguhnya E-learning pun akan sangat membantu dunia pendidikan kita menjadi setara dengan pendidikan di Luar Negeri karena setiap informasinya dapat dengan mudah di up-date dan up-grade. Dengan adanya E-Learning ini, tentu bukan tidak mungkin calon-calon Leader /pemimpin bangsa di masa depan akan semakin baik kualitasnya karena sejak dini telah mendapatkan pandangan yang luas (global) tentang dunia saat ini.

Namun tentu pendidikan moral dan karakter adalah suatu hal yang cukup penting, sehingga jangan sampai meninggalkan sistem pendidikan konvesional yang memang masih harus menghadirkan seorang guru atau suri tauladan. Selain itu, karena guru yang bertemu langsung dengan siswanya pasti menambah interaksi dan keberkahan. Seorang guru sudah seperti orang tua kedua yang tentu akan selalu mendoakan setiap siswanya agar berhasil dibidang apapun.

site xlfutureleaders
FYI, kini ada www[dot]xlfutureleaders[dot]com yang merupakan program yang bertujuan untuk mengembangkan potensi generasi muda agar dapat menjadi pemimpin masa depan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat dunia. Banyak pengetahuan praktis yang saya rasa sangat penting untuk diketahui pemuda-pemuda calon Leader Indonesia, seperti Planning for success, Know Yourself as a learner, Thinking for 3rd Millenium, Indonesia Leadership, 21st Century Communication Skills, Action Planning dan Preparing for the World of Work yang bisa didapatkan secara gratis. Terima kasih XL karena telah membeikan fasilitas ini dan tentu sebagai operator jaringan yang cukup peduli dengan kualitas bangsa di masa depan.

sumber gambar:
http://www.xlfutureleaders.com/
http://www.tribunnewspekanbaru.com/2011/01/31/tajam-pejuang-pendidikan-pedalaman-talang-mamak
https://encrypted-tbn2.gstatic.com

You Might Also Like

8 komentar

  1. dulu seringgg banget ikut workshop e learning unuk guru,perwakilan gitu hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya dong bu guru hana kan ok's banget *hehe

      Hapus
  2. Setuju sekali kalau internet menjadi alternatif fasilitas di daerah tertinggal...
    Apalagi, di daerah yang katanya pendidikan menjadi sesuatu yang “mahal”..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas agha. karena dibilang mahal sebenarnya masyarakatnya terkadang punya harta yg bisa dikatakan tidak sedikit yg sesungguhnya bisa digunakan utk membentu menigkatkan pendidikan di daerah tsb.

      Hapus
  3. suka yang satu itu ..., fasilitas pengetahuan online for future leaders

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah bisa langsung gabung deh di websitenya.dapet pengetahuan gratis :D

      Hapus