Saya adalah seorang ibu rumah tangga baru yang fulltime di rumah. Keluarga baru saya terdiri dari saya, suami dan Naura-putri kecil kami yan...

Menjaga Kesehatan Keluarga Dengan Kebiasaan Baik

By 13.11

Saya adalah seorang ibu rumah tangga baru yang fulltime di rumah. Keluarga baru saya terdiri dari saya, suami dan Naura-putri kecil kami yang berusia 8 bulan. Sebagai keluarga baru- dengan usia pernikahan yang baru genap 2 tahun pertengahan November depan ini- saya mulai belajar banyak hal. Banyak hal tersebut meliputi segala sesuatu yang akan membantu saya untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga. Misalnya dengan sering melakukan kebiasaan-kebiasaan baik. Alasannya saya ingin putra-putri kami nantinya menjadi pribadi yang baik dan sehat, sehingga penting untuk memulainya saat ini juga dan tentu kami mulai dari kami sendiri yaitu saya dan suami sebagai role model bagi putra-putri kami.

Nah, sebenarnya banyak sekali kebiasaan sehat yang bisa dilakukan keluarga agar kondisi jiwa dan raga dapat selalu sehat- terjaga vitalitasnya. Keluarga kami memiliki beberapa kegiatan sehat yang sudah kami lakukan, diantaranya:
1. Bangun pagi. Sebagai seorang muslim, tentu kami memiliki satu kewajiban bangun pagi yaitu sholat subuh. Sebelum melaksanakan sholat subuh, biasanya kami sudah mandi terlebih dahulu sehingga badan lebih segar dan siap beraktivitas.
2. Tidak tidur setelah sholat subuh (yaitu berkisar antara pukul 5-8pagi), karena jika tidur di jam tersebut maka tubuh akan terasa lemas, malas sehingga mudah terserang penyakit.
3. Mulai beraktivitas setelah sholat subuh. Saya dan suami biasa berbagi tugas rumah, seperti mencuci, memasak, menyapu, memandikan Naura dan sebagainya sehingga tepat pukul 7pagi semua pekerjaan sudah rampung. Ini semua dilakukan agar saya lebih mudah untuk beraktivitas sambil menjaga Naura, karena kami tidk memiliki asisten rumah tangga.
4. Biasanya setiap 2hari sekali kami pergi ke lapangan dekat rumah pagi-pagi sekali (sekitar pukul 6pagi) untuk berolah raga. Paling tidak sambil mengingat gerakan-gerakan senam yang pernah kami tahu dan juga jalan kaki (jalan cepat) / lari mengelilingi lapangan untuk setidaknya 15-20menit. Saat kami berolah raga, putri kami juga caring (istilah lain berjemur, agar badannya sehat dan tidak mudah sakit).
5. Mengaji, banyak berdzikir dan banyak membaca (baik itu melalui majalah maupun informasi di internet), agar kami bertambah ilmu sambil melatih otak agar tidak mudah pikun.
6. Menyampatkan waktu untuk tidur siang meski hanya sejenak, dan lebih cepat pergi tidur saat malam hari (biasanya kami pukul 8/9malam sudah tidur) agar badan lebih fresh menjani aktivitas seharian.

Selain kebiasaan yang sudah saya sebutkan di atas, saya juga memiliki kebiasaan dalam hal konsumsi makanan, di antaranya dengan mengatur porsi makanan dengan memperbayak sayuran dan buah. Hal ini dilakkan agar porsi kebutuhan serat kami terpenuhi serta sebagai detoksifikasi terhadap racun yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu karena saya juga masih menyusui Naura, sehingga butuh banyak asupan serat, vitamin dan mineral untuk memperlancar ASI. Saya juga banyak minum air putih setidaknya 2liter perhari (untuk memudahkan biasanya saya menyediakan air dalam botol yang memiliki takaran).

Kemudian dalam urusan masak-memasak, sebenarnya saya juga sering membuat tumisan dan gorengan yang tetunya menggunakan minyak goreng. Selama ini saya sering mendengar bahwa gorengan tidak baik dikonsumsi terlalu sering, sehingga sayapun mengurangi konsumsi gorengan tersebut. Setelah saya mencari informasi baik di majalah dan internet, ternyata gorengan menjadi tidak baik untuk dikonsumsi karena mengandung banyak zat-zat yang bersifat radikal bebas yang dapat menyebabkan terjadinya kanker. Zat-zat yang bersifat radikal ini banyak disebabkan oleh penggunaan minyak goreng yang kurang sehat, salah satunya karena digunakan berkali-kali (hingga minyak nampak hitam karena teroksidasi). Selain itu, lemak tak jenuh yang ada dalam minyak goreng akan menjadi lemak jenuh (kolesterol) saat digunakan berkali-kali.

Saat gorengan yang digoreng dengan minyak yang sudah nampak hitam (teroksidasi), maka gorengan yang kemudian dikonsumsi akan menghasilkan banyak radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Radikal bebas dapat menghancurkan DNA sel-sel yang sehat dan membuatnya menjadi tak terkendali sehingga dapat menybabkan kanker dan masalah kesehatan lainnya. 

Nah, dari sini saya pun akhirnya mengerti dan mulai lebih teliti memilih minyak goreng yang baru dan tidak mudah menghitam (teroksidasi). Lebih berhati-hati saat menggoreng dengan hanya 1-2kali menggunakan minyak goreng dalam satu kali penuangan. Saya juga lebih memilih menggunakan wajan anti-lengket agar masakan tidak lengket dan lebih hemat minyak.

Selain itu untuk menghindari bahaya radikal bebas ini, saya dan suami banyak-banyak mengonsumsi sumber anti-oksidan yang mampu menetralisir adanya radikal bebas pada makanan. Sumber anti-oksidan ini di antaranya terdapat pada buah-buahan dan sayuran.
 
(sumber)
Sebagai informasi, ada salah satu minyak goreng yang dapat menjadi pilihan karena kualitasnya yang bebas lemak trans, mengandung 57% lemak tak jenuh dan difortifikasi vitamin A 30% sesuai AKG (angka kecukupan gizi). Minyak goreng tersebut adalah Sanco. Ada beberapa penjelasan mengapa Sanco dapat menjadi pilihan, yaitu:

Pertama. Warna minyak lebih bening sehingga saat digunakan untuk menggoreng tidak mudah menjadi hitam (teroksidasi).  minyal lebih beningKarena menggunakan kelapa sawit yang segar dan melalui 3 kali proses penyaringan dan 2 kali proses pemurnian.

Kedua,  Sunco dapat diminum. Meski memang bukan untuk diminum, tetapi untuk membuktikan kualitas minyak goreng yang baik dapat dibuktikan dengan uji organoleptic yaitu dengan dimasukkan dan dirasakan di rongga mulut. Saat diuji coba Sunco memliki sifat dan karakter seperti air, tidak lekat atau berbau, minyak mudah mengalir sehingga tidak menyangkut  atau gatal di tenggorokan.

Ketiga. Sunco tidak mudah beku pada suhu rendah karena menggunakan buah Kelapa Sawit segar yang langsung diolah tidak lebih dari 24 jam sehingga kandungan lemak jenuhnya lebih rendah, tidak mudah beku dan meminimalkan peningkatan kolesterol. Test tersebut dilakukan di Climacell (alat pendingin) dengan suhu 2 ÂșC dengan waktu 1 jam 41 menit 36 detik,dan terbukti SunCo tidak mudah beku dibanding Minyak Goreng ber-merk lainnya.
 





“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.resepsehat.com persembahan SunCo Minyak Goreng Yang Baik. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan”

You Might Also Like

3 komentar

  1. Form Pendaftaran Lomba Blog Resep Sehat 2013 - SunCo
    Your response has been recorded.

    BalasHapus
  2. aamiin.. asik.maturnuwun doanya yah maak ^^

    BalasHapus