Sobat blogger sekalian, yang tempat tinggalnya bukan di Bandung seperti saya, apa sudah pada pernah berkunjung ke Bandung teh? Kalo saya ma...

Trans Studio Bandung, My Next Wisata Bandung

By 17.52

Sobat blogger sekalian, yang tempat tinggalnya bukan di Bandung seperti saya, apa sudah pada pernah berkunjung ke Bandung teh? Kalo saya mah pernah (ini pake nyelipin kata-kata orang Bandung :)). Tapi, selalu saja enggak cukup sekali ke Bandung, apalagi sekarang makin banyak lokasi wisata Bandung yang baru dan spektakuler. Apalagi kalo bukan Trans Studio Bandung. Baiklah, sebelum kasih revie tentang Trans Studio Bandung dan wisata Bandung lainnya yang nantinya juga pengen banget saya kunjungi, mari bernostalgia sejenak dengan kisah saya pertama kali ke Bandung.

Saat itu kebetulan sedang study eksekursi Jurusan ke Jakarta, sekalian deh pulangnya kami mampir ke Bandung. Kesan pertama masuk kota Bandung itu, hawanya sejuk banget dan masih banyak pepohonan hijau nan rindang. Kebetulan saat itu travel point wisata Bandung kami adalah gunung tangkuban perahu, karena di sana katanya banyak banget orang jualan boneka murah (lho kug cari boneka di Tangkuban perahu sih?hihi). 

Alhasil perjalanan ke gunung tangkuban perahu adalah melewati hamparan ladang penuh tanaman. Ada kebun stroberry, kebun stroberry, dan kebun stroberry lagi (emang banyak banget tuh kebun stroberry nya). Eh, ya enggak kebun stroberry semua, banyak lah yang terlihat sepanjang jalan, seperti rumah makan, pemandian, toko souvenir dan masih banyak lagi. Karena memang tujuan utama kami tangkuban perahu, alhasil kami pun fokus enggak mampir kemana-mana dulu sebelum nyampe sana. Pas udah nyampe tangkuban perahu tuh ternyata adem banget bo'. Dan dari parkiran bis kami untuk mencapai kawah tangkuban perahu bisa dicapai dengan naik angkutan kecil yang jalannya ngebut (pak sopirnya udah biasa, lha kami cuma bisa pegangan sambil sholawatan). Dan ternyata pas udah nyampe kawah, Subhanalloh indah banget yang namanya gunung tangkuban perahu itu. 

Pertama dari pemberhentian angkutan kecil tadi udah langsung di sambut sama ibu-ibu penjual ketan bakar yang baunya semerbak bikin lapar. Trus disepanjang jalan banyak banget penjual stroberry (*lagi) dan murbei yang manis-manis banget. Rasa manisnya serius enak banget deh di lidah, karena emang baru kali itu ngerasain dua macam buah ini secara langsung (*gak rugi deh beli banyakan). Tapi ada tips beli, seperti biasa kalo beli apapun di tempat wisata jangan yang pas ditempat penuruanan penumpang alias di deket pintu masuk, coba deh belinya ditahan dulu sampai udah-bener-bener masuk di lokasi wisata, ntar Insyaalloh dapat barang yang bagus dan harga yang lebih miring (*kalo mau nawar loh ya!).

And then, sesampainya di kawah, saya dan teman-teman pun akhirnya berfoto-foto ria. Setelah puas foto-foto kami pun melanjutkan perjalanan ke toko-toko souvenir (apalagi kalo bukan untuk mencari boneka yang katanya murah itu.hehe).

Ahh, itu saya yang pake Jilbab hitam (*kece banget deh :D)

Ini pasti saya yang moto-in (*saya nya gak ada tuh!)

Nah ini heboh foto sama pak dosen nih+teman artis saya (Dimas Beck*)

Setelah mendapatkan semua yang kami cari di wisata Bandung tangkuban perahu ini, kami pun harus segera pulang karena perjalanan study eksekursi masih di lanjut ke Jogja dan sekitarnya. Oya tapi terakhir saya dengar berita bahwa kondisi wisata tangkuban perahu saat ini sedang tidak memungkinkan untuk dikunjungi karena telah melatus sepanjang bulan februari-maret 2013 kemarin.

Nah, itu cerita nostalgia di tahun 2009 saat saya masih semester 5. Sudah lama sekali pastinya hingga kini pun saya ingin lagi main ke Bandung bersama suami dan baby Naura. Sebelum pergi ke sana, patutlah bagi saya untuk mencari referensi tambahan tempat wisata Bandung. Dan, gak ada salahnya untuk berbagi info juga nih!

Gedung sate (sumber)
Gedung Sate Bandung (Kantor Gubernur Jawa Barat), salah satu wisata Bandung dengan ornamen tusuk sate pada menara sentralnya, menjadi penanda atau markah tanah Kota Bandung yang tidak saja dikenal masyarakat Jawa Barat, namun juga seluruh Indonesia bahkan model bangunan itu dijadikan pertanda bagi beberapa bangunan dan tanda-tanda kota di Jawa Barat. 

Museum KAA (sumber)
Museum Konferensi Asia Afrika adalah salah satu museum yang berada di di Jl.Asia Afrika No.65 kota Bandung, merupakan memorabilia Konferensi Asia Afrika.

Museum Pos (sumber)
Museum Pos merupakan museum yang ada disebelah kanan Gedung Kantor Pusat PT Pos Indonesia di Jalan Cilaki 73 (sebelah timur Gedung Sate). Museum Pos dibuka di tahun 1931 dengan nama Museum Pos, Telegraf dan Telepon (PTT), dimana ketika pertama didirikan, sebagian besar koleksinya berupa perangko dari dalam dan luar negeri.

Observatorium Bosscha (sumber)
Observatorium Bosscha merupakan salah satu wisata Bandung yaitu tempat peneropongan bintang tertua di Indonesia. Observatorium Bosscha (dahulu bernama Bosscha Sterrenwacht) dibangun oleh Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV) atau Perhimpunan Bintang Hindia Belanda. Observatorium Bosscha berlokasi di Lembang, Jawa Barat, sekitar 15 km di bagian utara Kota Bandung. Tempat ini berdiri di atas tanah seluas 6 hektare, dan berada pada ketinggian 1310 meter di atas permukaan laut atau pada ketinggian 630 m dari dataran tinggi Bandung.

Villa Isola (sumber)
Villa Isola adalah bangunan villa yang menjadi salah satu wisata Bandung juga, terletak di kawasan pinggiran utara Kota Bandung dan merupakan salah satu bangunan bergaya arsitektur Art Deco yang banyak dijumpai di Bandung. Berlokasi pada tanah tinggi, di sisi kiri jalan menuju Lembang (Jln. Setiabudhi), gedung ini dipakai oleh IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Bandung, yang sekarang menjadi Universitas Pendidikan Indonesia-UPI).

Jalan Braga, Bandung (yogi1984.blogdetik.com)
Jalan Braga (sumber)
Jalan Braga adalah kawasan yang tidak pernah sepi selama 24 jam ini memang merupakan tempat lengkap bagi wisatawan. Berbagai jenis aksesoris, oleh-oleh, dan panganan khas Bandung tersedia di sini. Selain itu juga arsitektur indah khas bangunan tempo dulu. Bangunan-bangunan peninggalan zaman penjajahan Belanda masih berdiri megah di sini.

Kawah Putih (sumber)
Kawah Putih ini menjadi wisata Bandung yang bagus banget dan terletak di daerah Ciwidey, Bandung selatan. Jaraknya sekitar 48 kilometer dari pusat Kota Bandung dan bisa ditempuh selama 1,5 jam. 

Nah, terus ada nih salah satu yang juga termasuk dalam jajaran wisata Bandung yang paling kepingin saya dan suami kunjungi karena banyaknya informasi dari teman dan kerabat kalo tempat yang satu ini super duper keren. Apa itu? Yap. Trans Studio Bandung (bukannya udah disebutin di atas yak! :P). Iyah, kami belum pernah kesana :(. Dan inilah informasi yang kami dapatkan dari situsnya, simak deh:

Trans Studio Bandung (Sumber)

Trans Studio Bandung, adalah One of the biggest indoor theme parks in the world, salah satu tempat rekreasi keluarga indoor terbesar didunia yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto No. 289, Bandung. Trans Studio Bandung ini terletak di Bandung Super Mal (BSM) yang merupakan kawasan wisata terpadu di Bandung. Trans Studio Bandung dibangun seluas 4,2 hektare dengan investasi mencapai Rp 2 triliun, sehingga membuatnya menjadi kawasan terpadu Resort terluas dan terlengkap di Bandung. Wahana yang ada di sana menawarkan petualangan dan sensasi baru yang tidak kalah menarik seperti Trans Studio Makasar. 

Gimana saya nanti kesana, saya mencoba lihat lokasinya, sebagai berikut:

Lokasi Trans Studio - buahbatu

Karena saya mau mampir ke gedung sate dulu, sepertinya saya memilih rute berikut ini.
Lokasi Trans Studio - Pasteur



Pertunjukan Utama
Trans Studio Bandung memiliki 6 Pertunjukan utama yang bertema teatrikal #1 Kabayan Goes to Hollywood, #2 Legenda Putera Mahkota, #3 Petualangan si Bolang dan zoo crew, #4 Special Effect action show dan #5 New Parade & Laser Show, #6 Trans Studio Big Band. Selain pertunjukan tersebut, Trans studio Bandung memiliki 20 wahana permainan untuk keluarga, mulai dari Extreme rides sampai softplay untuk anak-anak. Waduh, banyak banget yah! :)