Apakah Saya Sudah Menjadi Ibu yang Baik?, Gubrak! Posting mbak Evi dengan judul di atas benar-benar telah menggubrakkan saya (ini beneran...

Bismillah, Saya Bisa Menjadi Ibu yang Baik

By 00.00

Apakah Saya Sudah Menjadi Ibu yang Baik?,
Gubrak! Posting mbak Evi dengan judul di atas benar-benar telah menggubrakkan saya (ini beneran deh!). Iya, saya sebagai ibu baru alias new mumm pemikirannya sama persis deh dengan yang disebutkan mbak Evi ini. Memang benar, pemberitaan selama ini mengenai asisten rumah tangga yang berbuat seenaknya terhadap pekerjaan terutama anak-anak (jika kita juga meng-include-kan penjagaan alias perawatan anak dalam pekerjaan mereka), telah sangat amat membuat saya parno sendiri.
Family


Tentu saja saya tidak serta merta begitu saja menerima informasi mengenai asisten rumah tangga tersebut, lantas menjudge mereka seperti itu. Namun selayaknya ibu rumah tangga yang lain, saya pun patut memiliki kewaspadaan tersendiri terhadap anak-anak saya. Terlebih jika anak-anak dititipkan begitu saja tanpa pendampingan ibu atau saudara dekat. Saya lebih memilih-untuk saat ini-menjaga anak-anak saya sendiri. Salah satunya dengan bersabar untuk tidak berkarier di luar rumah. Yah, saya Bismillah ingin menjaga amanah Alloh ini dengan maksimal di rumah, dengan tanpa menghapus mimpi-mimpi saya untuk tetap menjadi warga dunia yang dinamis dan tentu sebisa mungkin turut bermanfaat bagi semua.

Sebagai new mumm, saya pun menyadari betapa bodohnya saya, betapa miskin ilmunya saya akan pengasuhan anak. Akan tetapi hal ini akhirnya mewajibkan saya untuk dapat belajar lebih giat lagi mencari tahu beragam informasi baik melalui majalah, buku, tv, radio dan internet. Saya seperti mbak Evi, juga selalu menanyakan pada diri sendiri, "Apakah saya sudah menjadi ibu yang baik?" Saya anggap dengan bertanya seperti itu pada diri sendiri, maka akan memunculkan semangat untuk meng-upgrade diri menjadi ibu yang lebih baik lagi.

Ada hal yang tidak kalah penting dari semua semangat yang saya usahakan untuk dapat menjadi lebih baik. Hal tersebut adalah berdoa, memohon pada Alloh agar senantiasa memberikan petunjuk serta pertolongan-Nya pada saya dan keluarga dalam menghadapi segala sesuatu. Alasan saya, tentu saja karena Dia-lah yang memiliki segalanya. Bukankah Dia yang menciptakan segalanya? Maka, saya pun berfikir bahwa Sang Pencipta pasti lebih tahu, bahkan sangat tahu setiap solusi dalam menghadapi apa-apa yang Dia ciptakan. Maka Bismillah saya pun optimis menjalani hari-hari saya menjadi seorang ibu rumah tangga dengan terus berdoa dan memohon yang terbaik dari-Nya bagi saya, anak-anak, suami, keluarga saya semuanya. Aamiin.


BANNER EVIINDRAWANTO1 First Give Away Jurnal Evi Indrawanto

*tulisan ini diikutsertakan dalam First Give Away : Jurnal Evi Indrawanto
oleh Istiqomah Primasari

You Might Also Like

4 komentar

  1. cinta ibu kepada anaknya selalu melahirkan pertanyaan seperti ini Mbak, apakah kita sdh jadi ibu ygbaik mereka. pertanyaan itu lahir karena kita selalu menginginkan yg terbaik bagi mereka.

    Terima kasih turut meramaikan GA saya ya Mbak. Tercatat sebagai peserta :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah mbak evi.. that's love ^^

      Hapus
  2. Insya Allah menjadi ibu yang baik mbak

    terima kasih sudah menyemarakkan GA mbak EVi ya.. sudah tercatat sebagai peserta

    salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.. makasih ayh mas akbar :) salam kenal juga.

      Hapus